Mei 21, 2009
Blora Menyimpan Fosil Binatang Laut Berusia 15 Juta Tahun
Blora Menyimpan Fosil Binatang Laut Berusia 15 Juta Tahun
Pegunungan Kendeng Utara Kabupaten Blora menyimpan fosil binatang laut berusia 15-16 juta tahun lalu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blora perlu membuat peratur an daerah yang melindungi kawasan penyimpan air tersebut dari aneka jenis penambangan.
Geolog Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Dosen Geologi Pusat Pendidikan dan Penelitian Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas) Cepu, Yohannes PK, merekomendasikan hal itu dalam diskusi terbatas di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora, Senin (4/5). Diskusi itu merupakan pembelajaran bersama kawasan-kawasan di Blora yang mengandung potensi air, migas, dan fosil.
Yohannes mengatakan
formasi batuan tertua di Pegunungan Kendeng Utara di Blora terletak di Kali Braholo yang berjarak sekitar 11 kilometer Kota Blora. Formasi kawasan bebatuan yang terbentuk dari sedimentasi laut purba itu berusia 16 juta tahun.
"Para geolog menyebut formasi bebatuan itu sebagai Formasi Tawun. Di dalam bebatuan itu, para geolog menemukan fosil kulit kerang purba, binatang-binatang laut purba yang tinggal di karang-karang, dan bekas rumah-rumah binatang itu," kata dia.
Yohannes menyayangkan sebagian besar kawasan dalam rangkaian Formasi Tawun telah rusak akibat penambangan galian C. K erusakan terparah terjadi di perbukitan di Desa Polaman, Kecamatan Blora, dekat Bong Cina.
Padahal, kawasan itu dapat menjadi laboratorium alam ilmiah sekaligus daerah resapan air. Namun, sekarang ini kawasan itu tinggal potongan-potongan bukit kecil yang tidak berpohon lagi.
Selain Formasi Tawun, Yohannes menambahkan, di Blora terdapat Formasi Bulu yang berusia sekitar 15 juta tahun. Formasi bebatuan itu terletak di Kecamatan Todanan, antara lain di Desa Bentolo, Desa Mangir yang terkenal dengan Gunung Sumlawe, dan Desa Candi.
"Kawasan-kawasan itu kaya akan potensi minyak dan air bawah tanah. Sayangnya, kawasan itu kurang penghijauan," kata dia.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Adi Purwanto mengatakan pemerintah akan men indaklanjuti rekomendasi itu. Untuk saat ini, fokus perhatian adalah pencarian sumber-sumber air baru.
"Selama ini Blora selalu mengalami kekurangan air setiap musim kemarau. Kami berencana memanfaatkan sumber-sumber air baru yang ada di bawah permukaan tanah untuk mengatasi hal itu. Langkah awalnya adalah pendataan sumber-sumber ait itu dahulu," kata dia.
Pegunungan Kendeng Utara Kabupaten Blora menyimpan fosil binatang laut berusia 15-16 juta tahun lalu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blora perlu membuat peratur an daerah yang melindungi kawasan penyimpan air tersebut dari aneka jenis penambangan.Geolog Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Dosen Geologi Pusat Pendidikan dan Penelitian Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas) Cepu, Yohannes PK, merekomendasikan hal itu dalam diskusi terbatas di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora, Senin (4/5). Diskusi itu merupakan pembelajaran bersama kawasan-kawasan di Blora yang mengandung potensi air, migas, dan fosil.
Yohannes mengatakan
formasi batuan tertua di Pegunungan Kendeng Utara di Blora terletak di Kali Braholo yang berjarak sekitar 11 kilometer Kota Blora. Formasi kawasan bebatuan yang terbentuk dari sedimentasi laut purba itu berusia 16 juta tahun.
"Para geolog menyebut formasi bebatuan itu sebagai Formasi Tawun. Di dalam bebatuan itu, para geolog menemukan fosil kulit kerang purba, binatang-binatang laut purba yang tinggal di karang-karang, dan bekas rumah-rumah binatang itu," kata dia.
Yohannes menyayangkan sebagian besar kawasan dalam rangkaian Formasi Tawun telah rusak akibat penambangan galian C. K erusakan terparah terjadi di perbukitan di Desa Polaman, Kecamatan Blora, dekat Bong Cina.
Padahal, kawasan itu dapat menjadi laboratorium alam ilmiah sekaligus daerah resapan air. Namun, sekarang ini kawasan itu tinggal potongan-potongan bukit kecil yang tidak berpohon lagi.
Selain Formasi Tawun, Yohannes menambahkan, di Blora terdapat Formasi Bulu yang berusia sekitar 15 juta tahun. Formasi bebatuan itu terletak di Kecamatan Todanan, antara lain di Desa Bentolo, Desa Mangir yang terkenal dengan Gunung Sumlawe, dan Desa Candi.
"Kawasan-kawasan itu kaya akan potensi minyak dan air bawah tanah. Sayangnya, kawasan itu kurang penghijauan," kata dia.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Adi Purwanto mengatakan pemerintah akan men indaklanjuti rekomendasi itu. Untuk saat ini, fokus perhatian adalah pencarian sumber-sumber air baru.
"Selama ini Blora selalu mengalami kekurangan air setiap musim kemarau. Kami berencana memanfaatkan sumber-sumber air baru yang ada di bawah permukaan tanah untuk mengatasi hal itu. Langkah awalnya adalah pendataan sumber-sumber ait itu dahulu," kata dia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Chat Box
Your Language?
Blog Archive
-
▼
2009
(60)
-
▼
Mei
(10)
- Medio Juni, Harga Windows 7 Diumumkan
- Microsoft Janjikan 10.000 Aplikasi Dukung Windows 7
- Windows 7 akan riliskan 6 versi
- Mobil Murah Nano Laku Terjual 40.000 Unit Lebih Ta...
- Wanita Sekarat dengan 20 Tato Binatang
- Kucing Hobi ke Perpustakaan ...
- 10 Buah Eksotis Dunia (Menurut Orang Barat)
- Lahir Anak Sapi Hitam Berkaki Tujuh ...
- Blora Menyimpan Fosil Binatang Laut Berusia 15 Jut...
- Ribuan Keping Uang China Kuno Ditemukan di NgawiRi...
-
▼
Mei
(10)




0 komentar:
Posting Komentar