YAH, KENAPA HARUS MASUK SINI... BUANG BUANG WAKTU AJA
Agustus 11, 2009

PostHeaderIcon Museum Samanhudi Dibangun di Laweyan Solo

Rabu, 20 Agustus 2008 | 21:02 WIB

SOLO, RABU - Untuk mengetahui perjuangan pendiri Serikat Dagang Islam yang kemudian dikenal dengan Serikat Islam, Yayasan Warna Warni mendirikan Museum Haji Samanhudi di tengah Kampoeng Batik Laweyan, Solo (Jawa Tengah). Museum ini akan diresmikan, Jumat (22/8) mendatang.

"Kami mendirikan museum ini, karena saat ini banyak generasi muda yang kurang memahami sejarah perjuangan para tokoh pendiri bangsa. Saya berharap dengan hadirnya museumnya generasi sekarang termasuk masyarakat luas mengetahui peran Samanhudi dalam panggung pergerakan nasional, ujar Pendiri Yayasan Warna Warni Krisnina Akbar Tandjung kepada pers di Solo, Rabu (20/8).

Dari pengamatan Kompas, Rabu petang, di lokasi Museum Samanhudi yang terletak di Jalan Tiga Negeri Kampoeng Laweyan Solo, ini akan diisi sejumlah dokumen yang menceritakan tentang kehidupan KH Samanhudi, terutama kisah dan perjuangannya hingga masa tua. Beberapa gambar/foto Samanhudi dengan tokoh pergerakan nasional telah dipajang. Ada tulisan yang menjelaskan peran Samanhudi dalam mendirikan Serikat Dagang Islam yang kemudian berganti menjadi Serikat Islam.

Krisnina mengaku pendirian museum ini karena terilhami buku karya Prof Takashi Shiraishi (ahli Indonesia dari Jepang) yang berjudul Zaman Bergerak:Radikalisme Rakyat Jawa 1912-1926 yang menceritakan peran batik Laweyan dan sejarah Serikat Islam dengan tokoh sentral KH Samanhudi. Di kawasan Kampoeng Laweyan juga terdapat Makam Samanhudi, serta rumah rumah pemberian mantan Presiden Soekarno kepada keluarga Samanhudi, pada 17 Agustus 1962-yang kini ditinggali cucu Samanhudi. Makam Samanhudi berada di seberang Sungai Kabanaran dekat Situs Bandar Kabaran.

0 komentar: